GenPI.co – Pihak L’Oreal Indonesia mengumumkan bahwa pabrik mereka yang berada di Jababeka, Cikarang telah menggunakan 100 persen energi terbarukan.
Hal tersebut menandai tonggak pencapaian penting dalam perjalanannya merintis praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim dan dekarbonisasi.
Hasil ini dapat tercapai dua tahun lebih cepat dari target global perusahaan pada tahun 2025.
Emmy Suryandari selaku Direktur Kimia Hilir yang mewakili Menteri Perindustrian Republik Indonesia menyatakan pihaknya mengapresiasi L’Oreal Indonesia.
Apresiasi tersebut berdasarkan hasil kepemimpinan strategis L’Oreal di industri kecantikan Indonesia untuk memenuhi permintaan produksi pasar domestik dan ekspor, sekaligus menjadi teladan dalam keberlanjutan operasional.
“Transisi L’Oreal ke sumber energi berkelanjutan mencerminkan pendekatan proaktif dalam meningkatkan daya saing Industri, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan. Hal ini merupakan sebuah model yang sejalan dengan aspirasi Indonesia untuk sektor industri yang lebih berkelanjutan,” ujar Emmy dari rilis yang diterima GenPI.co, Selasa (19/3).
L’Oreal Indonesia memulai pengadaan energi terbarukan pada tahun 2014 dengan mengadopsi energi terbarukan yang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PLN Kracak untuk pabriknya di kawasan industri Jababeka, Cikarang.
Pada tahun 2017, Kantor Pusat dan Gudangnya turut beralih ke solusi energi terbarukan.
Lalu pada akhir tahun 2023, perusahaan semakin memperkuat komitmen lingkungannya untuk menghilangkan penggunaan gas dengan memasang boiler listrik sebagai teknologi pemanas yang lebih berkelanjutan untuk pabriknya.
Upaya transformasi ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan perusahaan yaitu ‘L’Oreal for the Future’ dan misi pemerintah Indonesia untuk mempercepat dekarbonisasi industri sebagai bagian integral dari target Net Zero Emission 2060 Indonesia.(*)
Penulis: Landy Primasiwi
Lihat video seru ini:
https://ouo.io/LppTaB

Leave a comment