GenPI.co – Gunung Ile Lewotolok di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami 9 kali erupsi pada Jumat (19/4) pukul 12.00 WITA hingga 18.00 WITA.
Petugas Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Syawaludin, mengatakan dari 9 kali letusan ini kolom abu di kisaran tinggi 100-200 meter dan warna asap putih dan serta kelabu.
“Mulai pukul 12.00 hingga 18.00 Wita sore ini berdasarkan catatan ada sembilan kali letusan yang terjadi di puncak kawah gunung tersebut,” kata dia, dikutip Sabtu (20/4).
Syawaludin menjelaskan saat terjadi letusan secara visual gunung kelihatan dengan jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-II.
Sedangkan asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-500 meter di puncak kawah.
Di sisi lain, 9 kali letusan itu mengakibatkan gemuruh lemah di puncak gunung yang naik status menjadi siaga karena peningkatan aktivitas vulkanik.
Syawaludin membeberkan jumlah gempa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Kondisi ini didominasi oleh gempa letusan, gempa hembusan, dan tremor nonharmonik.
Selain itu, gempa vulkanik dangkal dan dalam juga masih terekam.
Badan Geologi mencatat masih aktivitas erupsi dan aliran lava yang terekam baik ke arah tenggara maupun selatan pada periode 8-15 April 2024,
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat Desa Lamatokan dan Jontona mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah gunung.
Masyarakat di Desa Jontona dan Todanara juga dilarang memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung.(ant)
Heboh..! Coba simak video ini:
https://ouo.io/pRNhP2Q


Leave a comment