GenPI.co – Acara Run to Care 2024 sukses digelar dengan tujuan untuk mengumpulkan donasi guna mendukung program pengasuhan 157 anak.
SOS Children’s Villages Indonesia dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan acara lari charity ultra-marathon, Run to Care, telah sukses digelar pada tanggal 9-11 Agustus 2024.
Acara ini berhasil mengumpulkan donasi yang sangat berarti untuk mendukung program pengasuhan 157 anak dalam naungan SOS Children’s Villages di Lembang.
Run to Care adalah acara lari charity ultra-marathon yang bertujuan untuk menggalang dana bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua.
Melalui kegiatan ini, SOS Children’s Villages Indonesia ingin mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan dukungan dan harapan bagi masa depan anak-anak.
Selama tiga hari yang penuh semangat, 304 pelari offline telah berlari melintasi lima kota dan kabupaten di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Bandung Barat.
Selain itu, 292 pelari virtual juga turut berpartisipasi dengan semangat yang sama, menunjukkan kepedulian mereka terhadap generasi masa depan Indonesia.
Ratusan pelari offline dan virtual telah berhasil mengumpulkan dana melalui platform Kitabisa sejak tanggal 20 Juni-31 Agustus 2024 dan berhasil mengajak 9.067 donatur untuk menghimpun dana sebesar Rp 2.055.342.229 yang akan mendukung biaya pengasuhan, pendidikan dan kesehatan anak-anak dalam pendampingan SOS Children’s Villages Indonesia.
Donasi yang telah dikumpulkan, diserahkan oleh 15 perwakilan pelari Run to Care kepada SOS Children’s Villages secara simbolis pada hari Sabtu, 7 September 2024 di tempat finish Run to Care 2024 Bandung-Lembang yaitu di SOS Children’s Village Lembang.
Misi kebaikan Run to Care Bandung-Lembang 2024 dilatarbelakangi oleh kasus penelantaran anak yang masih menjadi masalah sosial di Indonesia dan tak kunjung teratasi, salah satunya di daerah Jawa Barat.
Pada tahun 2019 KemenPPPA mencatat sebanyak 22.122 bayi terlantar, angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara provinsi lain baik di dalam maupun luar Pulau Jawa.
Menanggulangi masalah tersebut pemerintah telah menargetkan penurunan jumlah anak dan bayi terlantar sejak 2019 hingga tahun 2025 mendatang.
Meski pun demikian, masih diperlukan upaya penanganan yang sistematis dan terintegrasi serta diperlukan dukungan, juga kerja keras bersama dalam menyelesaikan permasalahan pengasuhan tidak layak pada anak di Indonesia.
Oleh karena itu, SOS Children’s Villages Indonesia terus berkomitmen memberikan pengasuhan dan pemenuhan hak anak yang #DimulaiDariKeluarga demi mendorong Indonesia Layak Anak 2030 dan Indonesia Emas 2045.
Gregor Hadi Nitihardjo selaku National Director SOS Children’s Villages Indonesia mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa dari para peserta Run to Care.
“Kami menyebut mereka sebagai Pejuang Anak bukan hanya karena donasi yang berhasil mereka kumpulkan, tetapi juga karena semangat dan cinta kasih yang tidak pernah padam untuk anak-anak Indonesia,” ucap Gregor dari rilis yang diterima GenPI.co, Rabu (11/9).
Diketahui, mereka sudah menjadi bagian dari keluarga SOS Children’s Villages dan merupakan bagian dari semangat pemenuhan hak anak yang #DimulaiDariKeluarga.
“Janji kami untuk rekan-rekan semua, untuk para donatur dan pelari, kami akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” ungkapnya.
“Kalau pun mungkin dulu mereka pernah mengalami situasi yang sulit, di sini mereka harus mendapatkan yang terbaik dari proses pertumbuhan itu sendiri. Terima kasih telah memberikan kami kesempatan untuk melakukan dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak,” imbuhnya.
SOS Children’s Villages berterima kasih pada tiap pihak yang ikut terlibat, menyebarkan cerita baik, dan berjuang untuk pemenuhan hak anak Indonesia.(*)
Simak video menarik berikut:
https://ouo.io/pW5nYV


Leave a comment